Selasa, 20 April 2010

MANUSIA HARAM

Sudahkan kita introspeksi diri kita hari ini? Mungkin ide berikut ini dapat menjadi kerangka untuk kita memperbaiki diri. Ada lima kategori orang di setiap masyarakat.

Manusia haram. Ini adalah jenis manusia yang menyebalkan. Tidak, ia tidak menyebalkan tetapi lebih dan lebih dari menyebalkan :P. Keberadaanya dibenci oleh orang-orang di sekitarnya karena menebarkan ancaman, ketidak-nyamanan, kerusakan, dan malapetaka. Banyak yang ia lakukan yang menyebabkan ketakutan orang lain. Takut akan kerusakan secara fisik maupun takut akan kerusakan moral dan tauhid. Karena itu mereka tidak dikehendaki keberadaannya dalam suatu komunitas - mereka mengharamkan keberadaan orang tersebut di dekatnya. Dengan kata lain, orang seperti ini seharusnya tidak ada di sekitar kita. Naudzubillah min dzalik, jangan sampai kita dan keturunan kita masuk ke dalam golongan ini.

Manusia makruh. Nah, yang ini baru yang menyebalkan. Mereka ini lebih suka memilih melakukan hal-hal yang banyak mudhorotnya. Tidak sampai menebarkan ketakutan, tetapi sudah meresahkan. Yah... banyak orang yang sebal-lah dengan mereka dari kelompok ini. Orang sangat berharap bahwa orang seperti ini sebaiknya tidak berada di sekitar mereka - mereka memakruhkan orang dari jenis ini di lingkungannya. Naudzubillah min dzalik, jangan sampai kita dan keturunan kita juga masuk ke dalam golongan ini.
Manusia mubah. Ini adalah jenis manusia yang tidak berguna. Ia tidak suka berbuat keburukan yang meresahkan masyarakat tetapi sikapnya acuh pada lingkungannya sehingga keberadaannya atau ketiadaannya tidak berarti apa-apa bagi orang-orang di sekitarnya.

Manusia sunnah. Jenis manusia sunnah adalah mereka yang lebih suka melakukan kebaikan-kebaikan sehingga tetangga dan lingkungannya menjadi senang akan keberadaannya. Marilah kita berharap, setidaknya kita dan keluarga kita masuk ke dalam jenis manusia ini.

Manusia wajib. Ini adalah jenis manusia ideal. Keberadaanya di masyarakat sungguh-sungguh bermakna. Kontribusi bagi lingkungannya begitu diperlukan sehingga ketiadaannya membuat orang lain betul-betul merasa kehilangan, bahkan kualitas kehidupan terasa berkurang. Begitulah seharusnya prototipe orang-orang yang beriman.

Salam MERDEKA!

Stigma bangsa yang terpuruk begitu melekat pada negeri kita tercinta.
Sejarah yang besar,
kekayaan alam yang besar, dan
jumlah penduduk yang besar
belum mampu menghapus pincing sebelah mata bangsa lain pada kita.

Berbagai karya dan prestasi telah ditorehkan.
Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Tapi itupun belum cukup jua.

Bangsa ini memerlukan pembakaran jiwa yang lebih besar.
Yang mampu mengapi-apikan semangat tiada henti.
Yang bergolak di setiap relung jiwa anak bangsa nan tegar.
Yang mengangkat martabat bangsa dan harga diri.

Tidak,
tidak cukup hanya banyak.
Kita butuh banyak sekali,
putera-puteri pertiwi yang rela hati,
memeram keringat menoreh prestasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar