Senin, 19 April 2010

NASIB PAHLAWAN TANPA TANDA JASA DAN TANPA MAKAM PAHLAWAN

Pengabdian seorang guru tidak bisa dibandingkan dengan jabatan apa saja yang ada di bangsa kita,seperti hakim,jaksa,polisi,dokter,Anggota DPR,bahkan Kantornya Gayus Departemen Pajak ,semuanya diukur dengan uang-uang-dan uang semuanya bergelimpang dengan uang tapi alangkah eronisnya orang yang menciptakan jabatan itu semua yaitu seorang guru tidak satupun yang mau tau nasibnya,tidak saupun yang mau memperhatikan kesejahteraannya, tidak saupun yang mau tahu bagaimana kehidupannya,ada yang mau memperhatikan kesejahterannya yaitu Pemerintah melalui sertifiksi guru dibayar dengan uang Yen,yaitu yen ono,yen eling,yen kober,yen,yen,dan yen.mau dapat tambahan kesejahteraan gizi melalui tujangan lauk-pauk pemerintah daerah yo ngono dibayar dengan uang Yen,yaitu yen ono,yen eling,yen kober,yen,yen,dan yen. padahal seorang guru pingin numpak motor anyar wae mesti ngredit disik,nguliahno anak kudu utang BankJatim neng bank jatim sik di tekek maneh bungane.Belumdi Sekolah lagi Kepala Sekolah yo podo wae lali asale soko guru nek wis dadi kepala sekolah podo wae koyok Gayus,lali karo anak buahe,kesejahteraan saitik wae sik dipotong separomaneh,nasib-nasib kok beciktemen dadi guru ono malang indonesia.iku sing diarani PAHLAWAN TANPA TANDA JASA DAN TANPA MAKAM PAHLAWAN.Ya Allah ampunilah dos-dosa para pemimpin kita ini ,tunukkan jalan yang lurus dan benar yang engkau ridhoi amien..trimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar